Menakar Pengaruh Disrupsi Bagi Perdagangan Global

Spread the love

Seperti yang diketahui, wabah pandemi yang dirasakan hampir setahun terakhir telah menimbulkan beragam efek pada sisi kehidupan manusia, yang mana salah satunya dapat ditandai dengan kemunculan disrupsi. Adanya disrupsi yang terjadi ini cukup berpengaruh pada beragam sektor bisnis, sehingga banyak dari bisnis yang pada akhirnya mengalami kebangkrutan karena kalah dalam persaingan.

Disrupsi sendiri dapat dipahami sebagai suatu gangguan yang mana muncul karena industri tak berjalan sebagaimana biasanya. Hal tersebut terjadi karena adanya kompetitor baru yang memiliki kapasitas yang jauh lebih efektif dan efisien. Tak hanya itu, kehadiran penemuan atau teknologi yang terbaru juga berperan dalam perubahan skema bisnis di lapangan. Banyak dari pengusaha yang telah lama menggeluti dunia bisnis harus memutar otak untuk tetap dapat bermain dalam dunia perdagangan baik lokal maupun global di era disrupsi seperti sekarang ini.

Kehadiran teknologi yang semakin berkembang nyatanya telah mengubah wajah bisnis dunia modern sekarang ini. Dimana kebutuhan pelanggan secara cepat dan instan menjadi prioritas utama saat ini. Selain itu, faktor lingkungan juga turut berpengaruh pada perubahan wajah dunia perdagangan modern.

Disrupsi Perdagangan Internasional

Pada saat pandemi seperti saat ini, disrupsi perdagangan secara lokal maupun global cukup menjadi pukulan telak bagi sebagian pengusaha. Hal tersebut dapat terlihat dari beberapa kebijakan yang turut diambil oleh pemerintah guna mengatasi permasalahan terkait pandemi ini, seperti halnya bekerja dari rumah atau WFH hingga kebijakan lockdown yang membuat aktivitas produksi menjadi menurun. Dalam segi penawaran yang lain, pendistribusian produk ke berbagai negara juga cukup terhambat. Hal ini karena penutupan akses masuk dan keluar suatu negara yang membuat nilai kerugian menjadi begitu besar. Dalam data yang dipaparkan oleh World Trade Organization juga menunjukkan angka pembatasan masuk ke 80 negara yang cukup merepotkan bagi dunia bisnis untuk dapat memasukkan produknya.

Adapun dari segi permintaan konsumen atau demand, kini telah menjadi paradigma baru untuk konsumsi makanan yang lebih sehat dan memiliki kemasan dan penyajian yang higienis. Bahkan di beberapa negara, tidak ragu untuk melakukan penolakan produk yang ditengarai berasal dari negara awal mula munculnya virus corona, yakni Tiongkok. Sebagian besar masyarakat dunia umumnya takut terhadap nilai higienis dari makanan yang diperoleh dari negara tersebut.

Tak hanya itu saja, kebijakan dari pemerintah untuk menerapkan lockdown di berbagai negara juga membuat beberapa pusat perdagangan harus tutup dan tidak dapat beroperasi secara maksimal. Minat beli juga semakin menurun seiring dengan banyaknya pengagguran dan kesulitan ekonomi lainnya.

Kiat Menghadapi Disrupsi

  • Memanfaatkan penggunaan teknologi

Seiring dengan perkembangan teknologi yang dirasakan sekarang ini, rasanya tidak salah jika teknologi dapat berperan dalam proses perdagangan dan bisnis. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas jasa yang diberikan. Ditambah lagi pangsa pasar sekarang ini banyak didominasi oleh Generasi Milenial dan juga Generasi Z yang merupakan pengguna aktif teknologi, sehingga penggunaan teknologi secara efektif dapat membantu dunia perdagangan menghadapi disrupsi

  • Membaca kebutuhan pasar

Dengan selalu aktif membaca kebutuhan pasar, maka perusahaan dapat menentukan langkah kedepannya, diantaranya melakukan inovasi yang sesuai dengan selera dari konsumen. Hal tersebut cukup penting karena selera pasar senantiasa bergerak dinamis sehingga perlu adanya penyesuaian dari segi penawaran kepada konsumen. Perusahaan yang secara aktif dan dinamis bergerak untuk memenuhi kebutuhan pasar maka dapat dipastikan perusahaan itu akan terus berada dalam arena permainan bisnis yang berlangsung, baik itu lokal maupun global.

  • Jangan berhenti di rasa puas

Seorang pendiri Apple, Steve Jobs pernah mengatakan bahwa “jangan pernah merasa puas, teruslah berkembang”. Hal tersebut kiranya dapat dipraktikkan dalam perusahaan, karena sejatinya perusahaan akan menjumpai 4 siklus yakni pengenalan, pertumbuhan, pematangan hingga penurunan. Maka, ketika perusahaan sedang berada pada masa pertumbuhan, dan mudah untuk puas diri, hal tersebut akan membuat kompetitor lain akan melaju lebih jauh dengan menghasilkan produk yang akan terus disesuaikan dengan keinginan dari konsumen.

  • Lakukan customer oriented

Bagi perusahaan yang ingin terus eksis dalam menghadapi era disrupsi ini, ada baiknya untuk melakukan orientasi secara lebih pada kepuasan pelanggan atau customer oriented. Dengan mengedepankan kepuasan atau nilai pelanggan, maka perusahaan akan mendapatkan tempat di mata pelanggan. Hal tersebut umumnya dapat dilakukan dengan memberikan potongan harga atau diskon, program konsumen setia atau loyalty customer, dan juga memberikan layanan pelanggan secara solutif dan juga aktif. Tentunya hal tersebut akan membuat pelanggan merasa dihargai dan memberikan kesan yang mendalam bagi pelanggan.

Demikian informasi sekilas pengaruh disrupsi bagi perdagangan secara global dan kiat yang dapat dilakukan untuk menghadapi disrupsi yang berpengaruh secara besar pada jalannya perusahaan di masa sekarang ini. Semoga dapat bermanfaat, sekian dan terima kasih.