Monthly Archive: February 2020

Proses Impor dan Pajak Barang China

China adalah salah satu negara favorit untuk kegiatan impor barang. China akhir-akhir ini terkenal dengan barangnya yang berkualitas namun dijual dengan harga yang miring. Inilah yang menarik perhatian dari masyarakat di dunia termasuk masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia cenderung menyukai barang-barang yang harganya miring. Belum lagi, barang dari China juga sudah terbukti kualitasnya dan tahan lama. Tentunya ini menjadi alasan kuat mengapa saat ini banyak sekali barang-barang dari China di Indonesia.

Pajak Impor Barang dari China

Besarnya pajak impor barang dari China adalah sebesar 17,5%. Persentase tersebut terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0%, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%, dan bea masuk sebesar 7,5%.

Proses Impor Barang dari China

Berikut ini adalah proses impor barang dari China :

  1. Menentukan Sistem Untuk Transaksi Barang

Ada beberapa sistem yang bisa digunakan untuk transaksi barang dari China. Yang pertama adalah Free on Board, dimana uang dibayarkan ketika barang-barang sudah sampai di pelabuhan dan dibongkar.

Yang kedua adalah Cost and Freight, dimana penyerahan barang dilakukan di pelabuhan dan biaya pengiriman barang sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari pemasok barang. Perlu diperhatikan bahwa, untuk menggunakan sistem ini kapal harus sudah mendapatkan izin ekspor.

Yang ketiga adalah Cost Insurance and Freight, dimana nantinya pembayaran harus sudah diselesaikan sebelum kapal berangkat ke pelabuhan. Biaya yang harus dibayarkan meliputi biaya pengiriman barang, biaya barang, dan biaya asuransi barang.

Yang keempat adalah Delivered Duty Paid, dimana pembeli meminta pemasok barang untuk mengantarkan barang di lokasi yang sudah ditentukan. Sistem ini mengharuskan pembeli barang untuk mengurus segala persyaratan yang diperlukan untuk kegiatan impor barang terlebih dahulu.

Yang terakhir adalah Free Alongside Ship, dimana pemasok barang bertanggung jawab penuh terhadap biaya barang, biaya pengiriman, dan biaya asuransi barang sebelum barang masuk ke dalam pelabuhan dan mendapatkan izin untuk melakukan ekspor barang.

  1. Negosiasi Harga Barang dan Biaya Pengiriman

Langkah yang kedua adalah melakukan negosiasi harga barang dan juga biaya pengiriman barang. Hal ini sudah umum dilakukan oleh pihak pemasok barang dan juga pihak yang mengimpor barang. Setelah mencapai kesepakatan, maka bisa lanjut ke proses selanjutnya.

  1. Menentukan Jasa Pengiriman Barang

Langkah yang ketiga adalah menentukan jasa pengiriman barang. Ada banyak jasa pengiriman barang dari luar negeri menuju ke Indonesia. Kamu bisa memilih jasa pengiriman mana pun untuk mengirimkan barang yang kamu beli dari China menuju pelabuhan atau bandara di Indonesia.

  1. Memilih Jalur Pengiriman Barang

Langkah yang keempat adalah memilih jalur untuk pengiriman barang. Kamu bisa memilih jalur udara dan jalur laut untuk pengiriman barang. Untuk jalur laut biasanya untuk pengiriman barang dalam jumlah yang sangat besar, sedangkan untuk jalur udara biasanya digunakan untuk pengiriman barang dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

  1. Mengasuransikan Barang

Langkah yang kelima adalah mengasuransikan barang. Asuransi barang merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan impor barang. Asuransi akan menjamin barang kamu dalam kondisi bagus ketika sampai di Indonesia.

  1. Menentukan Sistem Pembayaran

Langkah yang keenam adalah menentukan sistem pembayaran. Ada berbagai sistem pembayaran yang bisa digunakan dalam kegiatan impor barang seperti transfer bank, wesel, pembayaran kemudian, dan lain sebagainya.

  1. Melengkapi Berkas dan Mengurus Izin

Langkah yang ketujuh adalah melengkapi berkas yang diperlukan dan mengurus izin untuk kegiatan impor barang. Kamu harus mempersiapkan semua berkas yang diperlukan untuk mendapatkan izin melakukan impor barang dari luar negeri.

  1. Membayar Pajak

Langkah yang ketujuh adalah membayar pajak yang dikenakan terhadap barang impor. Besarnya pajak tergantung dengan jumlah barang yang dibeli dari luar negeri. Kamu tidak akan bisa mendapatkan izin tanpa membayar pajak terlebih dahulu.

  1. Mengambil Barang

Langkah yang terakhir adalah mengambil barang dari kapal atau pesawat. Kamu harus mengurus terlebih dahulu segala persyaratan untuk mendapat izin mengeluarkan barang dari bandara atau pelabuhan.

Itulah beberapa proses dalam kegiatan impor barang dari China. Kamu harus benar-benar memperhatikan setiap proses yang ada supaya kegiatan impor berjalan dengan lancar. Kamu juga harus memahami segala peraturan yang berkaitan dengan impor barang.

Tarif Impor Barang dari China

Sekarang ini sudah banyak orang yang mengetahui tarif impor karena belanja barang yang berasal dari luar negeri. Salah satu negara yang menjadi langganan dari masyarakat Indonesia adalah China. Seperti yang kita tahu bahwa barang-barang dari China harganya jauh lebih murah dan kualitasnya juga sangat bagus.

Selain karena harga dan juga kualitas barang, masyarakat Indonesia juga tertarik dengan tarif impor yang cukup rendah. Itulah beberapa penyebab maraknya kegiatan impor barang dari China akhir-akhir ini.

Tarif Impor

Tarif impor akan diberikan kepada seseorang yang melakukan belanja barang di luar negeri untuk kemudian dibawa ke Indonesia. Jadi, bisa dikatakan bahwa tarif impor adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap barang-barang yang dibeli dari luar negeri. Pada umumnya, tarif impor berbentuk persentase dari banderol barang yang dibeli dari luar negeri.

Tarif Impor Untuk Barang dari China

Ada beberapa jenis tarif impor untuk barang dari China :

  1. Produk Tekstil

Untuk barang yang merupakan produk tekstil, tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan volume dari barang. Satuan yang digunakan adalah meter kubik. Untuk 1 meter kubik barang, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp8.500.000.

  1. Produk Industri Garmen

Untuk barang yang merupakan produk industri garmen seperti kain, baju, dan sejenisnya, tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan volume dari barang. Satuan yang digunakan adalah meter kubik. Untuk 1 meter kubik barang, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp7.000.000.

  1. Mesin

Untuk barang berjenis mesin, tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan volume dari barang. Satuan yang digunakan adalah meter kubik. Untuk 1 meter kubik barang, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp6.500.000. Tarif ini memang cukup unik, mengingat pada umumnya ukuran yang digunakan adalah berat dari barang.

  1. Makanan, Minuman, Bahan Kimia, Produk Kecantikan, dan Obat

Untuk barang berjenis makanan, minuman, bahan kimia, produk kecantikan, dan obat, tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan volume dari barang. Satuan yang digunakan adalah meter kubik. Untuk 1 meter kubik barang, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp6.500.000.

  1. Mainan, Kertas, dan Sejenisnya

Untuk barang berjenis mainan, kertas, dan sejenisnya, tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan volume dari barang. Satuan yang digunakan adalah meter kubik. Untuk 1 meter kubik barang, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp6.000.000

  1. Barang Umum

Untuk barang umum seperti kacamata, gelang, dan aksesoris lainya, tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan volume dari barang. Satuan yang digunakan adalah meter kubik. Untuk 1 meter kubik barang, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp5.500.000.

  1. Sepatu

Untuk sepatu, tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan volume dari barang. Satuan yang digunakan adalah meter kubik. Untuk 1 meter kubik barang, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp5.000.000.

  1. Tas

Untuk tas, tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan volume dari barang. Satuan yang digunakan adalah meter kubik. Untuk 1 meter kubik barang, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp4.500.000.

Itulah beberapa tarif impor yang dikenakan oleh pemerintah terhadap barang-barang yang berasal dari China. Dari 8 tarif impor yang ada semuanya menggunakan volume sebagai ukuran dalam menentukan besarnya tarif impor.

Dengan mengetahui tarif impor barang dari China, sekarang kamu bisa menghitung kembali biaya yang kamu butuhkan untuk mendapatkan barang yang kamu inginkan. Kamu juga bisa memanfaatkan informasi ini untuk menjalankan bisnis jual beli barang impor dari China.